Tugas Guru PAUD, Fungsi, dan Prinsip Pengajarannya

  • Share

Menjadi seorang guru Pendidikan Anak usia Dini atau PAUD ternyata tidak mudah. Semua orang harus paham tugas guru PAUD agar bisa menjalankan semua fungsinya dengan maksimal. Dengan begitu, semua kebutuhan siswa bisa terpenuhi dengan maksimal.

Untuk memahami lebih jauh tentang tugas guru PAUD dan hal-hal yang ada di sekitarnya, ada baiknya anda untuk menyimak beberapa ulasan yang akan tersaji di bawah ini.

Fungsi Guru PAUD

Seorang guru PAUD harus memiliki beberapa fungsi di bawah ini. Dengan begitu apa saja yang diinginkan oleh siswa bisa berjalan dengan lancar.

1. Adaptasi

Adaptasi

Seorang guru PAUD harus bisa memastikan jika semua anak yang ada di bawah perlindungannya bisa melakukan adaptasi dengan baik. Adaptasi di sini bisa berhubungan dengan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan guru dan juga teman.

Saat awal masuk PAUD kemungkinan besar anak akan malu dan tidak bisa bermain dengan maksimal. Namun, atas petunjuk dari guru dan juga bantuan dari banyak pihak mereka bisa melakukan adaptasi dengan baik. Selanjutnya pembelajaran bisa dilakukan dengan mudah.

Tanpa melakukan fungsi adaptasi ini siswa akan sulit menyesuaikan diri dengan apa yang diberikan dan lingkungannya. Dampaknya kelas akan menjadi tempat yang cukup menyeramkan atau tidak menyenangkan bagi beberapa anak.

2. Sosialisasi

Sosialisasi

Selain beradaptasi mereka juga harus bisa melakukan sosialisasi dengan baik. Misal mulai memiliki teman yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Anak akan mulai berteman dengan orang yang ada di dekat bangku mereka.

Pertemanan ini juga harus dipandu sehingga semua orang yang ada di dalam kelas bisa saling melakukan sosialisasi. Guru PAUD juga bisa meminta anak untuk bermain dengan beberapa teman atau melakukan permainan dan membaginya menjadi beberapa kelompok.

3. Pengembangan

Pengembangan

Fungsi pengembangan juga harus dipegang dengan teguh oleh guru PAUD agar anak yang ada di sana tidak hanya melakukan permainan saja. Kemampuan mereka juga akan meningkat semisal kemampuan untuk menggambar atau menyanyi sesuai dengan usianya.

Pengembangan ini akan memudahkan siswa ketika mereka naik ke jenjang yang lebih tinggi. Besok masuk ke jenjang TK yang akan membuat siswa mendapatkan banyak materi. Jadi mereka tidak akan kaget setelah sebelumnya di PAUD hanya bermain saja.

4. Bermain

Bermain

Elemen bermain sebenarnya hal inti pada pembelajaran yang dilakukan pada PAUD. Hanya saja proses bermain ini tidak hanya dilakukan untuk bersenang-senang saja. Di dalamnya akan ada elemen lain seperti pembelajaran yang dilakukan secara tidak langsung.

Jadi sembari bermain anak juga bisa belajar tanpa mereka sadari. Selanjutnya guru bisa mengembangkan apa yang sudah diajarkan agar kemampuan anak bisa meningkat.

Tugas Guru PAUD

Tugas-Guru-PAUD

Berikut beberapa tugas guru PAUD yang harus dilakukan secara rutin setiap hari:

  • Menata lingkungan bermain.
  • Menyambut kedatangan anak.
  • Menyusun rencana kegiatan bermain atau berkelompok dengan anak yang dibinanya.
  • Mempersiapkan anak ketika mereka akan makan atau pergi ke kamar kecil.
  • Mempersiapkan seluruh kegiatan dengan membuat pembelajaran yang rinci.
  • Mendukung kreativitas anak.
  • Melakukan evaluasi secara berkala agar anak tidak berfokus pada beberapa hal saja.
  • Mengajarkan anak kecil dasar yang bisa membantu mereka tumbuh dengan baik. Misal meminta anak untuk bersih-bersih.
  • Memberikan cerita atau dongeng yang didalamnya memiliki nilai atau pembelajaran tertentu.
  • Mengajarkan anak untuk berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan.
  • Mengevaluasi pendidikan sudah dilakukan agar esok hari bisa lebih baik.

Prinsip PAUD

Tidak lengkap rasanya membahas tugas guru PAUD tanpa mengetahui apa sebenarnya prinsip dasar dari pendidikan anak usia dini. Untuk mengetahui seperti apa prinsip yang harus dimiliki oleh serat a pendidikan ini, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Berorientasi pada kebutuhan anak

Berorientasi-pada-kebutuhan-anak

Pembelajaran yang dilakukan pada PAUD harus memiliki orientasi pada kebutuhan anak terlebih dahulu. Bisa anak membutuhkan makanan atau minuman, dari sini guru bisa mengajarkan mereka bagaimana cara mengonsumsi makanan dan cara mengambil minuman dengan baik.

Setelah kebutuhan anak terpenuhi, barulah guru bisa mengajarkan mereka beberapa materi lain. Tentu saja pengajaran tidak bisa dilakukan secara langsung karena usia anak masih belum bisa melakukannya.

2. Proses belajar dilakukan dengan bermain

Proses-belajar-dilakukan-dengan-bermain

Semua proses belajar tidak bisa dilakukan seperti melakukan tatap muka di kelas. Pembelajaran ini akan membuat anak cepat bosan dan akhirnya enggan mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh guru.

Semua proses pembelajaran harus dilakukan dengan elemen bermain di dalamnya. Guru PAUD bisa membuat model pembelajaran yang menarik tapi di dalamnya masih terdapat materi yang akan bermanfaat untuk anak.

3. Merangsang kreativitas pada anak

Merangsang-kreativitas-pada-anak

Semua pembelajaran yang dilakukan harus bermanfaat dan bisa merangsang kreativitas pada anak. Bisa anak yang sebelumnya tidak bisa bernyanyi dengan baik dengan pembelajaran ini mereka bisa menyanyikan beberapa lagu dan menghafalnya.

Selanjutnya kreativitas lain juga bisa dikembangkan melalui menggambar. Anak bisa membuat bentuk-bentuk tertentu atau mengilustrasikan apa yang ada di sekitarnya. Mendorong anak untuk melakukan semua hal menarik bisa membuat mereka betah di sekolah.

4. Menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak

Menyediakan-lingkungan-yang-mendukung-perkembangan-anak

Dengan belajar anak diharapkan bisa membuat mereka menjadi nyaman. Lingkungan ini akan membuat mereka mau mengekspresikan apa yang diinginkan dan mengikuti apa yang sudah diinstruksikan oleh semua guru yang ada di sana.

Hindari lingkungan yang terlalu menyiksa dan membuat anak jadi merasa takut. Mau bagaimanapun Pendidikan Anak Usia Dini tetap harus berfokus pada belajar yang menyenangkan.

5. Membuat anak lebih cakap

Membuat-anak-lebih-cakap

Pembelajaran yang sudah dilakukan akan membuat anak menjadi lebih cakap dalam melakukan apapun. Misal mereka menjadi lebih berani saat diminta untuk berbicara atau bernyanyi lagu tertentu.

Anak juga jadi pemberani dan mau melakukan apa pun tugas yang diberikan. Bisa diminta mengambilkan minuman atau makanan dari atas meja. Jika kecakapan ini tidak baik kemungkinan besar anak akan menolak atau tidak mampu melakukan tugas dengan sempurna.

6. Dilakukan secara bertahap dan berulang-ulang

Dilakukan-secara-bertahap-dan-berulang-ulang

Pembelajaran pada anak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bisa memberikan matahari terlalu banyak sehingga siswa mengalami kebingungan dan enggan melakukan hal itu lagi. Lebih baik melakukan segala hal secara bertahap atau sedikit demi sedikit.

Anak membutuhkan pembiasaan sehingga apa yang dilakukan harus berulang-ulang. Jika sudah terbiasa anakan paham sehingga apa yang diinginkan bisa dilakukan dengan sempurna.

7. Pembelajaran dilakukan untuk mengembangkan semua aspek

Pembelajaran-dilakukan-untuk-mengembangkan-semua-aspek

Pembelajaran dilakukan untuk mengembangkan semua aspek yang ada. Tidak hanya aspek akademik yang harus baik, aspek non akademik lain seperti kemampuan siswa untuk berkomunikasi juga harus meningkat dengan pesat.

Setelah membahas ulasan di atas kita jadi tahu jika tugas guru PAUD ternyata sangat banyak. Berbeda dengan lembaga pendidikan sekelas SD atau SMP, tugas ini ternyata cukup rumit meski yang dihadapi adalah anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun.

Semua guru harus memahami tugas yang diberikan. Dengan memahami tugas ini mereka bisa memberikan dukungan yang terbaik pada semua murid yang diajar. Salon itu semua siswa juga akan merasa nyaman berada di sekolah sehingga mereka tidak akan malas atau merasa takut untuk pergi ke sana.

 

Lihat Juga :

  • Share