21 Perbedaan Silabus KTSP dan Kurikulum 2013

  • Share

KTSP dan Kurikulum 2013 atau biasa disingkat K13 merupakan dua jenis kurikulum yang pernah digunakan dalam dunia pendidikan negeri ini. Kedua jenis kurikulum ini memiliki cara kerja yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan silabus KTSP dan kurikulum 2013 ini juga sangat mencolok.

Bagi Anda para praktisi pendidikan, memahami hal ini tentu merupakan sebuah kewajiban. Pasalnya ada banyak poin penting yang bisa Anda jadikan bahan acuan untuk merealisasikan metode pembelajaran pada kelas yang Anda pimpin.

Pengertian KTSP dan Kurikulum 2013

Sebelum kita membahas perbedaan dari dua kurikulum tersebut, mari kita bahas pengertiannya terlebih dahulu. Memahami pengertian dari kedua istilah tersebut akan membantu Anda untuk memahami isi artikel ini dengan lebih baik lagi.

1. Pengertian KTSP

Pengertian-KTSP

Untuk poin pertama ini mari kita bahas mengenai KTSP. KTSP adalah singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. KTSP ini bisa juga Anda sebut dengan nama kurikulum 2006 karena memang dirilis pada tahun tersebut.

KTSP merupakan kurikulum operasional yang dirancang dan diaplikasikan oleh masing-masing satuan pendidikan yang ada di negeri ini. Aturan tentang KTSP ini ada di dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.

DI dalam undang-undang tersebut dijelaskan secara detail mengenai KTSP sebagai Standar nasional pendidikan. Dalam undang-undang tersebut juga dijelaskan mengenai metode pengembangan dan penyusunan KTSP dengan berdasar pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI).

BNSP atau Badan Standar Nasional  Pendidikan juga menerbitkan panduan penyusunan KTSP ini secara detail pada tahun yang sama. Berbeda dengan kurikulum yang pernah ada sebelumnya, KTSP ini memiliki sifat desentralistik.

Artinya segala keputusan yang dibuat dalam kurikulum dibuat oleh pihak Pemda atau sekolah itu sendiri, bukan oleh pemerintah pusat. Tentu saja setiap aturan yang ditetapkan harus mengacu pada panduan dari BSNP.

2. Pengertian Kurikulum 2013 (K13)

Pengertian-Kurikulum-2013-K13

Kurikulum 2013 merupakan salah satu kurikulum utama yang diakui oleh Sistem Pendidikan Indonesia. K13 adalah pilihan kurikulum yang dipilih oleh pemerintah sebagai pengganti dari KTSP atau kurikulum 2006 yang digunakan beberapa tahun silam.

Setelah 6 tahun menjadi acuan pendidikan dalam negeri KTSP kemudian diganti oleh K13 sejak tahun 2013 lalu. Hanya saja pada tahun 2013 lalu tidak semua sekolah menggunakan kurikulum ini. Beberapa sekolah dijadikan percontohan saja.

Pada beberapa sekolah perintis tersebut tidak semua kelas masuk ke dalam kurikulum 2013. Untuk SD hanya kelas 1 dan kelas 4 saja yang masuk ke dalam rintisan. Sedangkan untuk SMP yang masuk adalah kelas 7. Untuk SMA yang masuk ke dalam program rintisan adalah kelas 10 dan 11.

Pada masa rintisannya, hanya sekitar 6.326 sekolah saja yang masuk ke dalam sekolah rintisan. Namun fase rintisan ini terbilang sukses. Akhirnya K13 diterapkan secara total di seluruh wilayah negeri ini.

K13 dilengkapi dengan 4 aspek penilaian yang memudahkan para guru dalam memberikan grade pada siswa. Diantara aspek penilaian tersebut adalah pengetahuan, keterampilan, sikap siswa, dan yang terakhir adalah perilaku.

Perbedaan Silabus KTSP dan Kurikulum 2013

Perbedaan-Silabus-KTSP-dan-Kurikulum-2013

Setelah memahami pengertian dari kedua jenis kurikulum di atas, kini kita bisa langsung membahas apa saja perbedaan dari Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013. Ada 20 poin utama yang menjadi pembeda antara KTSP dengan K13.

Poin-poin ini kami rangkum dari berbagai sumber yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Agar memudahkan Anda dalam memahaminya, kami telah membagi perbedaan tersebut dalam bentuk tabel di bawah ini.

No Kurikulum 2013 KTSP
1. Standar Isi atau SI dibuat setelah Standar Kompetensi Lulusan ditentukan. Namun SI ini masih dalam bentuk Kerangka Dasar Kurikulum. Hal ini diatur dalam Permendikbud No 54 Tahun 2013. Melalui Permendiknas No 22 tahun 2006 Standar isi dibuat terlebih dahulu dan kemudian Standar Kompetensi Lulusan atau SKL ditentukan setelahnya.
2. Kompetensi dari seorang lulusan dilihat dari aspek soft skill dan hard skill. Yang termasuk dalam kedua skill ini adalah keterampilan, sikap dan pengetahuan Lebih mengedepankan pengetahuan dibandingkan skill lainnya.
3. Sistem Tematik Terpadu untuk jenjang SD diterapkan pada kelas I – IV Sistem Tematik Terpadu untuk jenjang SD diterapkan pada kelas I – III
4. Total jam pelajaran setiap minggunya semakin banyak Total jam pelajaran setiap minggu semakin sedikit
5. Total mata pelajaran semakin sedikit Total mata pelajaran bertambah banyak
6. Proses pembelajaran di institusi pendidikan dilakukan melalui sistem scientific approach atau pendekatan ilmiah dimana di dalamnya ada aspek pengamatan, pengolahan, bertanya, penyajian, menyimpulkan dan penciptaan. Proses pembelajaran dilakukan dengan sistem elaborasi, eksplorasi dan kemudian konfirmasi.
7. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah media pembelajaran, bukan mata pelajaran TIK adalah mata pelajaran
8. Standar penilaian dilakukan dengan mengukur semua kompetensi penilaian dilakukan dengan hanya berdasar pada pengetahuan
9. Pramuka adalah ekstrakurikuler wajib bagi semua siswa Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib
10. Penjurusan pada SMA/SMK/MAN sederajat  dimulai pada kelas 10 penjurusan pada SMA/SMK/MAN sederajat dimulai pada kelas 11.
11. Posisi BK sebagai sarana untuk mengembangkan potensi pada siswa Posisi BK sebagai sarana untuk menyelesaikan permasalahan siswa
12. Setiap silabus RPP mata pelajaran mendukung penilaian kompetensi hanya beberapa mata pelajaran yang mendukung kompetensi tertentu
13. Mata pelajaran memiliki kaitan kompetensi dasar antara yang satu dengan yang lainnya mata pelajaran berdiri sendiri dan tidak memiliki kaitan dengan mata pelajaran lainnya.
14. Bahasa Indonesia adalah selingan dari mata pelajaran lain sebagai nilai sikap dan keterampilan berbahasa Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran dan sejajar dengan mapel lainnya.
15. Semua materi pembelajaran disampaikan dengan menggunakan pendekatan scientific yakni pengamatan, tanya jawab, percobaan dan daya nalar Setiap mata pelajaran diajarkan melalui pendekatan yang berbeda.
16. Konten pembelajaran disampaikan secara terintegrasi dengan materi pembelajaran lainnya Konten pembelajaran diajarkan secara terpisah
17. Pengajaran tematik untuk kelas I – III sudah integratif Pengajaran tematik kelas I – III belum integratif
18. Baik SMA dan SMK memiliki beberapa jenis mata pelajaran wajib yang harus dipenuhi Tidak ada persamaan kompetensi antara SMA dan SMK
19. Penjurusan di jenjang SMK tidak terlalu detail dan bisa digolongkan menjadi peminatan dan pendalaman Penjurusan di jenjang SMK sangat detail
20 Bersifat sentralisasi atau terpusat, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan adalah pembuat keputusan mutlak bersifat desentralisasi atau tidak terpusat dimana pemerintah daerah dan institusi pendidikan sebagai pembuat aturan.
21. Penerapan dilakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya Penerapan dilakukan secara total kepada semua jenjang pendidikan.

Indonesia memang sudah beberapa kali melakukan perubahan atau pergantian kurikulum Akan tetapi KTSP dan K13 ini bisa dianggap sebagai salah satu kurikulum tersukses yang pernah dirancang oleh pemerintah. Ada banyak prestasi taraf internasional yang dicetak siswa setelah penerapannya.

Pada dasarnya Perbedaan silabus KTSP dan kurikulum 2013 ini bertujuan untuk meningkatkan taraf pendidikan negeri ini. Jadi bukan soal mana yang lebih cocok untuk para peserta didik, tapi lebih ke mana yang lebih berdampak pada pengembangan peserta didik itu sendiri.

 

Lihat Juga :

  • Share