Metodologi Penulisan Referensi yang Baik dan Benar

  • Share

Penulisan referensi adalah hal yang wajib dipahami oleh para akademisi. Terlebih mereka yang sering berkecimpung di dalam dunia penulisan karya ilmiah, buku dan berbagai jenis karya tulis lainnya. Referensi ini adalah bentuk penguatan informasi yang anda kutip di dalam karya tulis.

Jika sebuah tulisan tidak dilengkapi dengan referensi, tentu validitas tulisan tersebut patut untuk dipertanyakan. Bukan berarti tulisan tersebut salah, namun hal ini sebagai bentuk antisipasi terjadinya kesalahan dari pihak pembaca yang menggunakan informasi tersebut.

Apa itu referensi?

Apa-itu-referensi

Hal pertama yang harus kita bahas adalah pengertian dari referensi itu sendiri. Perlu dipahami, referensi adalah bentuk pemberitahuan yang diberikan oleh penulis terkait sumber ide dan informasi yang digunakan pada sebuah karya ilmiah.

Hal ini berlaku bagi semua jenis karya ilmiah baik itu essay, laporan, dan lain sebagainya. Ketika seorang akademisi mengambil informasi dari sebuah sumber, maka wajib baginya untuk mencantumkan sumber-sumber tersebut di bagian akhir karya tulis tersebut.

Mengapa Penulisan Sumber Referensi ini Begitu Penting?

Mengapa-Penulisan-Sumber-Referensi-ini-Begitu-Penting

Dalam dunia akademis, orang-orang terus melakukan penelitian dan pengkajian terhadap berbagai hal. Tindakan ini bertujuan untuk mengembangkan pemikiran dan pendapat terbaru mengenai sebuah permasalahan atau topik pembahasan.

Informasi yang didapat oleh para akademisi dalam proses pengembangan dan pengkajian tersebut bisa menjadi salah satu tolak ukur akan validitas pemikiran yang dia miliki. Lebih jauh hal ini juga memperlihatkan bahwa akademisi tersebut telah :

  1. Memiliki cakupan ide dan pendekatan yang sangat luas dari informasi yang sudah dikumpulkannya.
  2. Menunjukkan dari mana dia mendapatkan informasi yang dijadikan acuan
  3. Memperlihatkan rasa hormat kepada mereka yang memiliki ide tersebut sejak awal.
  4. Membuktikan kualitas penelitian dan tindakan yang sudah dilakukan oleh akademisi tersebut
  5. Menghindari tindakan plagiat atau menampilkan karya orang lain seolah-olah karya tersebut adalah miliknya sendiri.

Memahami pentingnya penulisan referensi, tentu penting juga bagi anda untuk memahami bagaimana cara atau metodologi dari penulisan sumber referensi itu sendiri. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memahami hal ini.

Kapan harus mereferensi?

Kapan-harus-mereferensi

Ada beberapa momentum yang mengharuskan seorang akademisi untuk menuliskan referensi di dalam tulisannya. Ini dia momen-momen tersebut :

  1. Menggunakan informasi dari buku atau beberapa bagian dari sebuah buku
  2. Menjadikan artikel surat kabar atau jurnal sebagai sumber
  3. Menggunakan dokumen publikasi formal
  4. Menggunakan dokumen hasil konferensi
  5. Mengambil sumber dari radio, TV ataupun video lainnya
  6. Mengambil informasi dari komunikasi personal seperti email, surat menyurat dan wawancara khusus.
  7. Mengambil sumber dari media elektronik, internet dan database online lainnya.

Ketika anda menggunakan beberapa sumber di atas sebagai referensi, maka wajib bagi anda untuk mencantumkan pengarang atau penulis dari sumber-sumber tersebut ke dalam daftar karya tulis yang sedang anda susun.

Kaidah Umum Mereferensi

Kaidah-Umum-Mereferensi

Ada tiga kaidah penting yang wajib anda ikuti ketika hendak melakukan penulisan sumber referensi. Kaidah-kaidah ini kami bagi menjadi beberapa poin agar anda lebih mudah untuk memahaminya. Ini dia kaidah-kaidah tersebut :

  1. Referensi wajib untuk dicantumkan jika anda menggunakan informasi atau ide dari orang lain
  2. Penggunaan referensi itu bersifat mutlak pada saat anda melakukan parafrase atau mengemukakan ide orang lain dengan kalimat pribadi, rangkuman, kutipan langsung, copy karya orang lain.
  3. Referensi wajib tampil pada dua tempat yakni pada teks sebagai referensi pendek, atau pada daftar pustaka.

Penting bagi anda para akademisi untuk memahami tiga kaidah penulisan sumber referensi di atas ketika sedang melakukan penulisan apapun dan mengambil sumber dari media atau buku lainnya.

Contoh Penulisan Referensi

Contoh-Penulisan-Referensi

Pada saat anda hendak mencantumkan referensi yang berasal dari buku atau media lainnya, ada beberapa komponen wajib yang harus anda masukkan ke dalam referensi tersebut. Diantaranya adalah :

  1. Nama keluarga atau /nama akhir dari pengarang dan editor yang anda jadikan referensi
  2. Tanggal publikasi dari dokumen yang anda jadikan sumber referensi.
  3. Nomor halaman informasi yang anda gunakan

Jadi kalau anda hendak membuat referensi di dalam teks, maka penulisan yang benar adalah seperti di bawah ini :

  1. Merujuk pada halaman tertentu dari referensi atau sumber – (Syams 2001, h. 132)
  2. Mereferensikan secara umum – (Syams 2001)

Untuk lebih lengkapnya anda bisa melihat tabel penulisan sumber referensi yang lebih lengkap di bawah ini.

No Kondisi / Sumber Contoh Penulisan Referensi
1 Pengarang Tunggal  (Amsyah 1995, h. 7)
2 Pengarang Tunggal  Amsyah (1995, h. 7)
3 Dua Pengarang (Ludlow & Panton 1992, h. 32)
4 Tiga Pengarang (Cooper, Krever, & Vann 2002)
5 Empat atau Lebih Pengarang (Schermerhorn et al. 2004, h. 489).
6 Tidak Ada Pengarang (Fakta-fakta penyakit jantung koroner 1998).
7 Merujuk Ke Satu Bab pada Kumpulan Karya Smith (1998, h. 234)
8 Merujuk pada Satu Volume di sebuah Karya yang banyak volumenya Sukarno mengisahkan pengalamannya dengan berapi-api (1999, vol. 2, h. 42)
9 Merujuk Ke Satu Bab Dalam Sebuah Volume Karya Kondisi ini sering terjadi pada balita berusia 2 tahun ke bawah (Nina & Nani 2002, vol. 4, h. 122)
10 Komunikasi Personal (CJ Santoso, 2006, komunikasi personal, 5 Maret).
11 Karya yang Disebutkan Dalam Karya Lain Sebuah analisa oleh Rudi tahun 1990 (dikutip dalam Tika 1995, h. 10)
12 Informasi pada Lebih Dari Satu Sumber Beberapa penelitian mendalam oleh (Tika 1988; Roni 1992; Nanang1998) menjelaskan bahwa…
13 Informasi Tika (1988), Roni (199a), dan Nanang (1997) telah meneliti….
14 Dua atau Lebih Karya Dengan Pengarang dan Tanggal Publikasi yang Sama Dalam analisa yang sudah dilakukan Nandya (2021a) memutuskan kalau pendapat ini bisa dibenarkan…
15 Artikel Surat Kabar dengan Nama Pengarang Teks (Taufiqulhadi 2006, h. 13)
16 Artikel Surat kabar Tanpa Pengarang Teks (Media Indonesia, 3 Maret 2006, h. 24)
17 Ensiklopedia dan Kamus Ensiklopedia Indonesiana (2002) menyebutkan…
18 Film, Rekaman Video, Siaran Televisi dan Radio Penelitian model ini pernah dicoba (Petualangan Gunung, 2005)
19 Kaset atau CD Audio Teks (Faces of culture in health care 1984)
20 Publikasi di Microfische atau Microfilm Teks (Dominiak 1998)
21 Perangkat Lunak (Software) Teks (Microsoft 2001)
22 Kutipan Langsung teks  (Swastha 1984, h. 225)
23 Grafik, Tabel, Gambar, dan Angka-angka (Ardianto 2000, h. 119)

Dengan menggunakan deretan contoh penulisan sumber referensi di atas, diharapkan penulis bisa membuat sumber referensi yang tepat sesuai dengan konsep yang sudah ditentukan oleh kaidah penulisan standar saat ini.

Ketentuan Penulisan Tanggal Publikasi

Ketentuan-Penulisan-Tanggal-Publikasi

Selain beberapa poin di atas, penting juga untuk dipahami kalau di dalam penulisan sumber referensi ini ada metode khusus untuk menuliskan konten dengan tanggal publikasi tidak jelas. Kalau menemukan kondisi seperti ini maka penulis bisa mengikuti panduan di bawah ini.

  1. Menggunakan kode n.d. (no date) pada referensi (contoh: Dudung d., h. 123).
  2. Jika tanggal yang ada hanya perkiraan, maka menggunakan huruf c atau circa atau kira-kira (contoh: jajang c1988, h. 29).
  3. Jika tanggal publikasi dari sumber tersebut tidak begitu meyakinkanmakan menggunakan tanda tanya sebalum menambahkan tanggal (contoh: Tatang ?2004).
  4. Jika menggunakan dokumen yang tidak dipublikasikan maka menggunakan kode unpub (contoh: Tina unpub.).

Memahami beberapa metode penulisan referensi tersebut sangat penting untuk dipahami sebagai bentuk penghargaan atas pada penulis lain yang sudah membuat karya tersebut sebelumnya.

 

Lihat Juga :

  • Share