Indikator Pencapaian Kompetensi K13

  • Share

Melakukan pengembangan dan perumusan indikator pencapaian kompetensi K13 bersifat wajib bagi seorang tenaga pengajar. Karena itulah setiap guru harus memiliki kemampuan ini. Bahkan skill guru untuk merumuskan indikator harusnya diuji sebelum melakukan perumusan RPP atau melaksanakan pembelajaran.

Untuk melakukan perumusan terhadap Indikator Pencapaian Kompetensi atau IPK ini, hal utama yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kemampuan untuk menganalisis SKL, KD dan KI. Ini bisa membantu guru untuk menentukan konsep pembelajaran dengan meningkatkan nilai karakter pada siswa.

Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi

Pengembangan-Indikator-Pencapaian-Kompetensi

Dalam melakukan pengembangan IPK, tentu saja guru harus melakukannya dengan mengacu pada dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. Disamping itu guru juga harus memastikan kalau keterampilan yang dimiliki murid nantinya tidak hanya keterampilan bertindak saja.

Tapi juga keterampilan berpikir secara matang dalam setiap situasi. Dalam istilah akademis, kemampuan atau keterampilan ini dikenal dengan nama keterampilan abstrak dan keterampilan konkret. Dalam prosesnya, hal-hal ini di bawah ini sangat penting untuk diperhatikan.

  1. Perkirakan metode berpikir yang akan dipilih oleh para peserta didik untuk bisa mencapai standar kompetensi minimal yang dicantumkan di dalam Kompetensi Dasar.
  2. Pastikan kalau Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi yang Anda buat menggunakan KKO atau Kata Kerja Operasional yang bisa diukur.
  3. Rumuskan IPK dengan menggunakan kalimat yang jelas, mudah dipahami dan sederhana
  4. Jangan menggunakan kata yang memiliki makna ganda dalam perumusan IPK ini
  5. Pastikan kalimat yang dipilih hanya mengandung satu tindakan saja
  6. Perhatikan karakteristik pembelajaran dengan baik. Integrasikan hal tersebut dengan potensi, kebutuhan siswa, kondisi sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar.

Dengan mengacu pada poin-poin yang sudah kami jelaskan di atas, kemungkinan besar Indikator Pencapaian Kompetensi yang sedang Anda rancang bisa sesuai dengan kapasitas murid namun tetap tidak melanggar standarisasi yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

Jenis-Jenis Indikator Pencapaian Kompetensi K13

Jenis-Jenis-Indikator-Pencapaian-Kompetensi-K13

Selain memahami hal penting dalam perancangan IPK K13 di atas, jenis-jenis IPK itu sendiri juga harus Anda pahami. Berdasarkan aturan yang sudah disepakati oleh dunia pendidikan negeri ini, ada tiga indikator utama pada IPK.

1. Indikator Kunci

Yang pertama adalah indikator kunci. Indikator pertama ini adalah indikator yang paling memenuhi syarat dan kriteria UKRK (Urgensi, Keterkaitan, Relevansi, Keterpakaian). Di dalam indikator kunci ini, kompetensi yang dituntut adalah kompetensi minimal yang sudah dijelaskan pada Kompetensi Dasar.

Senada dengan hal tersebut, indikator kunci ini juga harus tertarget pada satu sasaran. Pasalnya Indikator kunci juga menjadi tolak ukur tercapai atau tidaknya standar minimal pada Kompetensi Dasar yang sudah ditentukan bagi siswa.

Tentunya Indikator Kunci dijelaskan secara tertulis pada fase pengembangan RPP. Indikator satu ini juga wajib diaktualisasi pada Kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan melakukannya, kompetensi minimal yang wajib dicapai para siswa bisa lebih mudah untuk mencapai target.

2. Indikator Pendukung

Selain indikator kunci, ada juga indikator pendukung pada Indikator Pencapaian Kompetensi ini. Tentu saja peranan indikator satu ini tidak kalah penting jika dibandingkan dengan indikator pertama. Fungsinya adalah sebagai prasyarat.

Artinya indikator satu ini memperlihatkan kalau siswa sudah berhasil memenuhi permintaan indikator kunci. Karena itulah indikator pendukung ini seringkali disebut juga sebagai indikator prasyarat pada dunia akademisi.

Keberadaan indikator pendukung ini adalah sebagai sarana untuk memaksimalkan peserta didik dalam memahami indikator kunci pada sebuah mata pelajaran yang disampaikan oleh pendidik. Sudah tentu materi yang diajarkan masih berkaitan dengan indikator kunci.

3. Indikator Pengayaan

Jenis indikator selanjutnya adalah indikator pengayaan. Indikator satu ini bertujuan untuk memberikan tuntutan kepada para peserta didik agar memiliki kompetensi yang jauh lebih tinggi dibanding sekedar mencapai Kompetensi Dasar atau KD.

Sebenarnya indikator pengayaan ini tidak harus selalu ada. Hanya saja jika ditemukan peserta didik yang mampu melampaui Kompetensi Standar secara signifikan, indikator pengaya ini mungkin bisa diterapkan kepada mereka.

Keberadaan indikator pengaya ini juga menjadi tolak ukur seberapa jauh peserta didik tersebut bisa melampaui ekspektasi yang diharapkan oleh para pengajar yang merancang Kompetensi Dasar sebelumnya.

Dari ketiga jenis indikator di atas, tentunya indikator kunci memiliki peranan yang paling sentral dalam proses pelaksanaan penilaian. Hal ini dikarenakan indikator kunci inilah yang menjadi tolak ukur utama dalam pencapaian kompetensi minimal peserta didik.

Perbedaan Indikator Pencapaian Kompetensi Dengan Tujuan Pembelajaran

Perbedaan-Indikator-Pencapaian-Kompetensi-Dengan-Tujuan-Pembelajaran

Kebanyakan orang tidak bisa memahami dengan baik apa perbedan dari IPK dan Tujuan Pembelajaran. Bahkan ada diantara mereka yang menganggap kedua istilah ini sebagai hal yang sama. Padahal ada perbedaan yang jelas diantara keduanya.

Agar bisa membedakan kedua istilah ini dengan lebih detail, Anda bisa melihat tabel yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Indikator Pencapaian Kompetensi K13 Tujuan Pembelajaran
IPK adalah perilaku yang terukur dan bisa diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian Kompetensi Dasar Tujuan pembelajaran adalah gambaran hasil belajar yang diharapkan bisa dicapai oleh para siswa sesuai Kompetensi Dasar yang berlaku.
IPK adalah rumusan kemampuan yang harus dilakukan oleh siswa sebagai bentuk tercapainya Kompetensi Dasar Kemampuan yang dirumuskan pada tujuan pembelajaran mencakup seluruh proses belajar yang dilakukan siswa baik awal, pertengahan maupun akhir.
IPK menjadi pedoman utama dalam pengembangan materi pembelajaran Tujuan pembelajaran menjadi sarana untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar
Menjadi pedoman dalam proses desain kegiatan pembelajaran Memudahkan pendidik untuk melakukan pemilihan dan penyusunan bahan ajar kepada siswa
Menjadi pedoman dalam pengembangan bahan ajar Membantu tenaga pendidik untuk menentukan KBM dan media pembelajaran
Menjadi pedoman untuk perancangan dan pelaksanaan penilaian belajar siswa Memudahkan guru untuk memberikan penilaian.
Bersifat generik Bersifat kontekstual
Menjadi dasar pembuatan alat penilaian Menjadi dasar pembuatan tugas
Menggambarkan hasil belajar siswa Menggambarkan proses belajar siswa

Sangat penting bagi Anda untuk memahami hal ini karena kebanyakan orang justru sulit untuk membedakannya. Tak jarang rumusan IPK dan Tujuan Pembelajaran yang para guru buat seringkali sama. Tentu hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan mereka..

Download Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi

Download-Contoh-Indikator-Pencapaian-Kompetensi

Bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh file indikator Pencapaian Kompetensi atau IPK seperti yang sudah kami jelaskan di atas, Anda bisa mengunduhnya secara gratis pada tautan yang kami sediakan di bawa ini.

Pada tautan tersebut tersedia beberapa model IPK dari beberapa mata pelajaran yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Anda bisa melakukan revisi atau perubahan pada file di bawah. Namun pastikan untuk melakukan perubahan tersebut dengan mengacu pada aturan yang berlaku.

Download Indikator Pencapaian Kompetensi K13

Seperti sudah kami jelaskan sebelumnya, ada aturan yang wajib Anda penuhi dalam proses pembuatan Indikator pencapaian kompetensi K13 ini. Pastikan untuk mengikuti semua tata cara yang sudah kami jelaskan di sini sampai tuntas.

Kalau Anda mengikutinya, kami jamin Anda bisa membuat Indikator Pencapaian Kompetensi yang berkualitas dan sesuai dengan aturan yang sudah disepakati oleh semua nstansi pendidikan dan para praktisi keguruan.

 

Lihat Juga :

  • Share